Tahun
22.05
Tampilkan postingan dengan label Hotel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Februari 2011
HOTEL Indonesia kempinski Jakarta akan menghadirkan kemeriahan perayaan Tahun Baru China 2011 di Signatues Restaurant. Menu menampilkan hidangan China dan menu lainnya beserta dekorasi menawan agar membawa keberuntungan untuk keluarga dan orang tercinta di tahun mendatang.
Senin, 31 Januari 2011
Peninsula
08.40
Menu Imlek di Menara Peninsula Hotel
Salah satu menu Imlek (ist)
IMLEK tinggal menghitung hari. Untuk merayakan hari penuh cinta ini, Menara Peninsula Hotel Jakarta menawarkan paket makan malam menarik.
Menara Peninsula Hotel menyajikan buffet dinner tepatnya di Kafe Coleman untuk Anda nikmati bersama orang-orang terkasih. Menu yang disajikan Pecking Duck, Beef Black Paper dan Assorted Chinese Dumpling
"Anda dapat menikmati Chinese New Year Buffet Dinner hanya di malam Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 2 Februari 2011, dengan harga Rp 190 rb per orang," kata Maya Puspita Cahya Public Relations Manager saat di hubungi Okezone, Sabtu (29/1/2011).
Disamping itu, Kafe Coleman juga menawarkan menu la carte yang tak kalah menariknya, yaitu Ayam Taliwang, yang disajikan bersama kangkung plecing dengan bumbu yang khas, dan gratis jus lemon. Nikmati menu istimewa ini sepanjang bulan Februari hanya dengan Rp 75 rb.
"Selain Kafe Coleman, ada penawaran khusus pula yang tersedia di Poolside Terrace Restaurant yang menyediakan set menu Jepang terbaru yaitu, Teppanyaki Combination & Atsuage Tofu, disajika disajikan bersama nasi putih, kimchi, sup, salad jepang, buah segar dan teh Jepang Set menu masakan Jepang ini dapat anda nikmati dengan harga khusus Rp 95 rb per set," ungkapnya.
Tidak ketinggalan, Cake Of The Month Patisserie di bulan Februari menghadirkan Irish Cake dengan harga Rp 220.000,- net. Jangan lewatkan pula diskon yang istimewa sebesar 30 % untuk semua aneka roti dan kue pada pukul 16.00 – 21.00.
"Jangan lewatkan pula cocktail dan mocktail of the month yang selalu tersedia di Rumpi Lounge, lantai M1. Crushed Passion Fruit Orange Rp 55 rb per glass dan Classic Tropical Colada Rp 70 rb per glass yang menyegarkan dapat menemani Anda disaat melepas lelah bahkan melakukan perbincangan bisnis di lounge yang bernuansa santai juga ditemani live music yang memainkan aneka musik yang lembut setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 19.00 – 23.00. Masih dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek, Rumpi Lounge memiliki paket special Chinese Tea & Dim sum hanya dengan Rp 65 rb per pax," tutupnya.(ahm
Minggu, 30 Januari 2011
Valentine
23.21
Menu Valentine di Menara Peninsula Hotel
Menu Valentine (ist)
Valentine tinggal menghitung hari. Untuk merayakan hari penuh cinta ini, Menara Peninsula Hotel Jakarta menawarkan paket makan malam menarik.
Menara Peninsula Hotel menyajikan Valentine’s Dinner Set Menu tepatnya di Poolside Terrace Restaurant untuk Anda nikmati bersama orang-orang terkasih. Menu yang disajikan Valentine’s Dinner Set Menu ini mulai dari Oriental Sear Rare Tuna Salad, Tiny Beef Consome, hingga pilihan makanan utama; Grill Norwegian Salmon, Fillet Mignon, atau Dutch Chicken Breast.
"Pada Valentine’s Dinner Set Menu, harga yang ditawarkan sudah termasuk setangkai bunga mawar, segelas anggur dan cokelat pralin untuk orang yang Anda kasihi," kata Maya Puspita Cahya, Public Relations Manager Menara Peninsula Hotel lewat ponselnya, Sabtu (29/1/2011).
“Valentine’s Dinner Set Menu” ditawarkan dengan harga Rp300 ribu per orang, pada 14 Februari 2011.
"Apabila ada pasangan yang mengikuti Valentine’s Dinner Set Menu ingin menginap di Menara Peninsula Hotel, akan mendapatkan discon 50 % dari harga kamar," tutupnya.(ahm
Selasa, 16 November 2010
ShangriLa
05.13
Shangri-La Hotel Sajikan Makanan Khas Harbin
Harbin cuisine (Foto: dok. Shang Palace)
SHANG Palace, restoran China di Shangri-La Hotel, Jakarta, menawarkan hidangan Ningbo mulai 8 hingga 28 November 2010. Selama promosi, Chef Wang Hong Liang menjadi chef tamu yang secara khusus didatangkan dari Shangri-La Hotel, Harbin.
Harbin sendiri adalah sebuah ibu kota sub-provinsi yang sekaligus merupakan ibu kota provinsi Heilongjiang yang terletak di bagian timur laut China. Sebagai sebuah kota industri yang makmur dan merupakan salah satu kota utama di China dan Asia Timur Laut, Harbin memiliki banyak nama julukan. Sebagai sebuah ibu kota, Harbin dijuluki ‘Mutiara di Leher Angsa’ karena bentuk Heilongjiang yang menyerupai seekor angsa. Harbin juga dikenal sebagai ‘Kota Es’ dari musim dinginnya yang panjang dan sangat dingin karena mendapat pengaruh iklim dingin dari Serbia.
Konon, masakan-masakan Harbin mendapat pengaruh dari beberapa daerah lain seperti dari Rusia, Korea, dan Mongolia dengan metode memasak yang umum digunakan, seperti stir frying, stewing, dan braising. Chef Wang, akan bekerja bersama dengan tim juru masak Shang Palace untuk memastikan para tamu menikmati rasa otentik dari hidangan Harbin.
Chef Wang secara khusus didatangkan dari Shangri-La Hotel, Harbin, membawa lebih dari 16 tahun pengalaman sebagai seorang Chinese chef, untuk mempersembahkan masakan-masakan khas daerah kampung halamannya bagi para pengunjung Shang Palace restaurant.
Chef Wang Hong Liang sendiri memulai karier kulinernya pada usia 21 tahun. Tidak kurang dari 20 jenis menu tersaji dari tangan kreatif Chef Wang untuk dinikmati warga Jakarta di Shang Palace, mulai dari pilihan hidangan pembuka, sup, hidangan utama, dan hidangan penutup, di antaranya tossed dishes.
Tossed dishes merupakan salah satu hidangan yang sangat umum dan populer di Harbin, bentuknya seperti salad. Tossed Clear Rice Noodles with Mixed Vegetables and Shredded Pork in Sesame Sauce tersaji sebagai salah satu hidangan pembuka. Masakan Harbin juga dikenal menggunakan banyak sayur-sayuran, seperti dalam pilihan sajian Mixed Shreded Vegetable with Soybean Sauce.
Sementara pilihan hidangan pembuka Combination of Harbin Dried Sausage and Red Sausage adalah salah satu contoh hidangan yang membawa pengaruh kuliner Rusia mengingat sejarah kota Harbin juga banyak disambangi oleh kaum imigran dari Rusia.
Untuk hidangan utama, Chef Wang menghadirkan sajian tradisional yang sangat populer, Stewed Chicken with Wild Mushroom in Soy Sauce. Hampir seluruh restoran di Harbin menyajikan hidangan ini, terutama pada saat musim dingin hingga sangat digemari. Daging ayam dan jamur yang lembut dengan kuah yang gurih, menimbulkan aroma harum menggugah selera. Sangat cocok dikonsumsi dalam keadaan panas untuk menghangatkan tubuh di musim dingin.
Salah satu hidangan yang sangat populer lainnya dalam kategori hidangan utama adalah Braised Eggplant, Potato and Green Chilli in North-eastern Style. Bahan utama dalam masakan ini adalah terung, kentang, dan paprika hijau dengan cita rasa gurih dari saus kecap asin dan garam. Masakan ini sangat digemari oleh warga Harbin dan sekitarnya dan mendapat julukan Three Delicacies on Earth atau tiga kenikmatan dunia.
Pilihan hidangan utama yang lain juga tersedia mulai dari Stir Fried Salmon with Leek and Yellow Rice Wine, Stir Fried Lamb with Cumin and Chilli, Sautéed Black Fungus with Leek, Steamed Yum, Potato and Pumpkin with Soybean Dip, Braised Wild Mushroom in Superior Chicken Gravy sampai Sautéed Corn and Ham with Pine Nut. Dalam beberapa hidangannya, masakan Harbin juga memasukkan acar kol (pickled Chinese cabbage) yang umum ditemui di musim dingin.
Sebagai hidangan penutup, Chef Wang menyajikan dua sajian istimewa yaitu Caramelized Sweet Potato with Tosted Sesame dan Slow Stewed Hashima in Papaya with Red Dates.
Ragam sajian Harbin Cuisine yang dipersembahkan oleh Chef tamu, Wang Hong Liang, dapat dinikmati di restoran Shang Palace yang memadukan desain klasik dan kontemporer China dengan kapasitas 327 tempat duduk, enam ruang makan privat serta Lotus Ballroom yang dapat mengakomodasi hingga 200 orang.
Terkenal dengan dekornya yang elegan dan suasana yang tenang, Shang Palace menyajikan masakan China klasik yang dipersembahkan oleh juru masak terampil yang mempersiapkan berbagai pilihan masakan, termasuk dim sum.(ftr
Minggu, 14 November 2010
Street
23.49
Street Food di Hotel Bintang Lima
Street food di hotel bintang lima. (Foto: Google)
ANEKA jajanan yang biasa Anda temukan di kaki lima jalan raya kini dapat dijumpai di hotel berbintang. Bukan hanya asal dalam negeri yang ”naik peringkat”, namun juga jajanan dari negara lain di Asia Tenggara.
Anda pencinta kuliner bisa menjelajahi aneka jajanan ala kaki lima itu mulai 23 Oktober hingga 5 Desember 2010 di Restoran Sailendra yang berlokasi di Hotel JW Marriott Jakarta. Selama kurun waktu tersebut digelar festival jajanan jalanan khas Asia Tenggara yang merupakan kelanjutan dari festival serupa yang sukses digelar pada tahun lalu.
Sajian asal Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura bisa dinikmati di sini. Mengusung tema ”Surf the South East Asian Turf Part 2”,festival kali ini hadir dengan menu yang lebih komplet daripada tahun sebelumnya.
”Tahun lalu kami meraih sukses dalam festival ini. Karena ada banyak permintaan dari pengunjung, festival ini kembali diadakan dengan waktu yang lebih lama,” ujar Marketing and Communication Manager Hotel JW Marriott Jakarta Ina Ilmiaviatta.
Festival ini menyajikan aneka jajanan yang merupakan kreasi Executive Sous Chef Hotel JW Marriott Jakarta Deden Gumilar dan Chef Cipta dari Restoran Sailendra. Sajian itu adalah hasil dari perjalanan kedua chef tersebut ke sejumlah daerah tujuan wisata di kawasan Asia Tenggara.
Setelah menjelajahi kota-kota besar di Asia Tenggara, mereka mencicipi dan membawa pulang resep rahasia street food populer dari setiap negara untuk disajikan secara autentik di Hotel JW Marriott Jakarta.Rasanya? Sudah pasti sangat menggugah selera.
”Kami menyajikannya secara buffetsaat lunch dan dinner dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp198.000++,” kata Ina dalam acara peluncuran festival ”Surf the South East Asian Turf Part 2” di Restoran Sailendra, beberapa waktu lalu.
Semua jenis makanan yang ada dalam festival ini tersaji sama seperti aslinya. Bak berada dalam sebuah pasar, aneka hidangan dijual di atas gerobak, di dalam keranjang, dengan pikulan, sampai konsep gerai.
Tiap menu lengkap dihadirkan dan dibuat semirip mungkin dengan menu di negara asalnya. Sebut saja bahn mi. Roti isi ala Vietnam ini dijual di atas gerobak besar.
Tidak ketinggalan pramusaji yang merangkap menjadi pedagang juga dihadirkan sebagai penjual bahn mi. Bahn mi merupakan jajanan sejenis sandwich, tetapi bisa dikatakan sebagai roti tangkup dari Vietnam.
Roti yang dipilih ialah roti baguette khas Prancis yang bentuknya menyerupai hotdog. Isi bahn mi beragam, misalnya suwiran ayam panggang, irisan sosis ayam, hati ayam, dan aneka sayuran di antaranya mentimun, selada, dan wortel, plus dilengkapi dengan lumuran mayones.
”Potongan cabai rawit menjadi pelengkap sekaligus penambah rasa pedas dan hangat pada menu ini,” kata Chef Deden.
Street food Vietnam lain yang bisa dicoba yakni nam bo kho. Ini adalah salad tradisional yang menggunakan bahan baku pepaya.
Ada lagi vietnamese fried tofu salad dan tidak lupa kopi saring ala Vietnam, vietnamese coffee. Beralih ke panganan khas Bangkok,Thailand, ada sate campur bakar. Sate ini banyak dijual di pinggir jalan Kota Bangkok.
Adapun sate campur yang bisa dicoba, yakni sosis sapi, sosis ayam, bakso sapi, bakso ayam, dan bakso ikan. Namun, jangan kaget jika Anda melihat lele.Ya,di sana ikan lele juga ditusuk layaknya sate dan dijual di pinggir jalan. Hanya, tusukannya bukan dari kayu, bambu, ataupun lidi, melainkan batang sereh berukuran besar. Unik bukan?
”Sebelum disantap, sate dicelupkan ke dalam saus atau sambal yang bisa dipilih sesuai selera, di antaranya sambal Bangkok botolan, sambal kacang, atau kecap manis dengan irisan cabai rawit,” kata sang chef.
Beralih lagi ke street food ala Malaysia, ada popiah,asam laksa,nasi kandar, dan penang char koey tiaw. Menu yang disebutkan terakhir adalah kwetiau lezat dengan campuran daging kerang dara sebagai pelengkap sekaligus pelezat makanan. Tidak lupa, minuman khas teh tarik menjadi menu yang wajib dipesan.
Adapun dari Indonesia, Chef Deden memilih masakan Padang sebagai menu yang dihadirkan dalam festival ini.
Selain karena banyak penggemarnya, masakan Padang memiliki varian yang beragam dan selalu menarik minat orang untuk mencicipi. Sebut saja daging cincang, ikan baby, daging rendang, gulai,dan aneka sambal.(SINDO//nsa
Rabu, 10 November 2010
Street
03.55
Street Food di Hotel Bintang Lima
Street food di hotel bintang lima. (Foto: Google)
ANEKA jajanan yang biasa Anda temukan di kaki lima jalan raya kini dapat dijumpai di hotel berbintang. Bukan hanya asal dalam negeri yang ”naik peringkat”, namun juga jajanan dari negara lain di Asia Tenggara.
Anda pencinta kuliner bisa menjelajahi aneka jajanan ala kaki lima itu mulai 23 Oktober hingga 5 Desember 2010 di Restoran Sailendra yang berlokasi di Hotel JW Marriott Jakarta. Selama kurun waktu tersebut digelar festival jajanan jalanan khas Asia Tenggara yang merupakan kelanjutan dari festival serupa yang sukses digelar pada tahun lalu.
Sajian asal Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura bisa dinikmati di sini. Mengusung tema ”Surf the South East Asian Turf Part 2”,festival kali ini hadir dengan menu yang lebih komplet daripada tahun sebelumnya.
”Tahun lalu kami meraih sukses dalam festival ini. Karena ada banyak permintaan dari pengunjung, festival ini kembali diadakan dengan waktu yang lebih lama,” ujar Marketing and Communication Manager Hotel JW Marriott Jakarta Ina Ilmiaviatta.
Festival ini menyajikan aneka jajanan yang merupakan kreasi Executive Sous Chef Hotel JW Marriott Jakarta Deden Gumilar dan Chef Cipta dari Restoran Sailendra. Sajian itu adalah hasil dari perjalanan kedua chef tersebut ke sejumlah daerah tujuan wisata di kawasan Asia Tenggara.
Setelah menjelajahi kota-kota besar di Asia Tenggara, mereka mencicipi dan membawa pulang resep rahasia street food populer dari setiap negara untuk disajikan secara autentik di Hotel JW Marriott Jakarta.Rasanya? Sudah pasti sangat menggugah selera.
”Kami menyajikannya secara buffetsaat lunch dan dinner dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp198.000++,” kata Ina dalam acara peluncuran festival ”Surf the South East Asian Turf Part 2” di Restoran Sailendra, beberapa waktu lalu.
Semua jenis makanan yang ada dalam festival ini tersaji sama seperti aslinya. Bak berada dalam sebuah pasar, aneka hidangan dijual di atas gerobak, di dalam keranjang, dengan pikulan, sampai konsep gerai.
Tiap menu lengkap dihadirkan dan dibuat semirip mungkin dengan menu di negara asalnya. Sebut saja bahn mi. Roti isi ala Vietnam ini dijual di atas gerobak besar.
Tidak ketinggalan pramusaji yang merangkap menjadi pedagang juga dihadirkan sebagai penjual bahn mi. Bahn mi merupakan jajanan sejenis sandwich, tetapi bisa dikatakan sebagai roti tangkup dari Vietnam.
Roti yang dipilih ialah roti baguette khas Prancis yang bentuknya menyerupai hotdog. Isi bahn mi beragam, misalnya suwiran ayam panggang, irisan sosis ayam, hati ayam, dan aneka sayuran di antaranya mentimun, selada, dan wortel, plus dilengkapi dengan lumuran mayones.
”Potongan cabai rawit menjadi pelengkap sekaligus penambah rasa pedas dan hangat pada menu ini,” kata Chef Deden.
Street food Vietnam lain yang bisa dicoba yakni nam bo kho. Ini adalah salad tradisional yang menggunakan bahan baku pepaya.
Ada lagi vietnamese fried tofu salad dan tidak lupa kopi saring ala Vietnam, vietnamese coffee. Beralih ke panganan khas Bangkok,Thailand, ada sate campur bakar. Sate ini banyak dijual di pinggir jalan Kota Bangkok.
Adapun sate campur yang bisa dicoba, yakni sosis sapi, sosis ayam, bakso sapi, bakso ayam, dan bakso ikan. Namun, jangan kaget jika Anda melihat lele.Ya,di sana ikan lele juga ditusuk layaknya sate dan dijual di pinggir jalan. Hanya, tusukannya bukan dari kayu, bambu, ataupun lidi, melainkan batang sereh berukuran besar. Unik bukan?
”Sebelum disantap, sate dicelupkan ke dalam saus atau sambal yang bisa dipilih sesuai selera, di antaranya sambal Bangkok botolan, sambal kacang, atau kecap manis dengan irisan cabai rawit,” kata sang chef.
Beralih lagi ke street food ala Malaysia, ada popiah,asam laksa,nasi kandar, dan penang char koey tiaw. Menu yang disebutkan terakhir adalah kwetiau lezat dengan campuran daging kerang dara sebagai pelengkap sekaligus pelezat makanan. Tidak lupa, minuman khas teh tarik menjadi menu yang wajib dipesan.
Adapun dari Indonesia, Chef Deden memilih masakan Padang sebagai menu yang dihadirkan dalam festival ini.
Selain karena banyak penggemarnya, masakan Padang memiliki varian yang beragam dan selalu menarik minat orang untuk mencicipi. Sebut saja daging cincang, ikan baby, daging rendang, gulai,dan aneka sambal.(SINDO//nsa)
Hari Gini Belum Dapat Penghasilan dari Internet ??? Apa Kata DUNIA !!
Minggu, 07 November 2010
Tongseng
23.35
Lezatnya Tongseng Hotel Melawai
Tongseng (Foto: Google)
INGIN merasakan kekhasan kuliner Nusantara dari daerah Jawa? Tidak salah jika Anda bertandang ke Hotel Melawai. Selama bulan November ini, hotel yang sudah berusia lebih dari 30 tahun tersebut menyajikan promosi sejumlah hidangan Nusantara.
Hidangan yang diangkat pada bulan ini, di antaranya empul gepuk dan nasi tongseng. Executive Chef Hotel Melawai Agus Sjarief mengatakan, setiap bulan hotel tersebut menyajikan promosi hidangan makanan dari penjuru Nusantara. Bulan kemarin nasi bebek merupakan menu yang diangkat beserta ayam taliwang yang merupakan masakan dari Sumbawa.
Nah, pada bulan ini, Agus ingin menampilkan sajian berupa daging, tetapi bukan berupa steak. Hal itu mempertimbangkan karena tamu hotel kebanyakan orang lokal. Jadi, sajian steak yang digemari lebih bernuansa keindonesiaan, seperti bistik Parahyangan yang dibuat oleh Agus. Tidak jauh berbeda dengan bistik Jawa, namun dengan gaya Sunda. Rasanya lebih gurih, pedas bukannya manis seperti bistik Jawa.
Agus lalu muncul dengan ide menghadirkan empal gepuk lengkap dengan nasi dan lauknya. Empal gepuk ini disajikan dalam sebuah piring anyaman dengan nasi, tahu, tempe goreng, jambal goreng, lalapan, dan sambal terasi. Daging empalnya empuk dan kaya bumbu, apalagi ditambah dengan serundeng di atasnya yang menjadikannya lebih gurih.
Ada lagi nasi tongseng. Tongseng disajikan di mangkuk besi dengan penghangat di bawahnya. Jadi, dijamin tongseng yang Anda makan tetap terjaga kehangatannya. Beda dengan tongseng yang biasa kita makan.
Tongseng ini tidak menggunakan kecap saat dimasak. Kuahnya berwarna kuning. “Kecapnya dipisah, tapi kami tetap menyediakan tongseng ini dengan kecap. Sebab, selera tamu kan berbeda,” kata Agus.
Sambil makan tongseng, ada kerupuk yang menemani. Kalau ingin menambah rasa, disediakan sambal, jeruk limau, dan bawang goreng, di samping kecap tentunya. Lengkap sudah sajian tongseng ini. Potongan daging kambing pun disajikan cukup banyak, tetapi hati-hati tergigit cabai rawit merah yang juga cukup banyak berada dalam kuah tongseng.
Agus mengatakan, mengolah daging kambing tidak bisa sembarangan. Ada trik khusus sehingga daging tidak berbau ketika sudah dimasak dan lebih empuk. Daging kambing tidak boleh sedikit pun terkena air.
Jadi, tidak perlu dicuci, melainkan cukup dibalut dengan daun pepaya selama 15-30 menit, tanpa dipotong terlebih dahulu. Daun pepaya inilah yang akan menghilangkan bau sekaligus menjadikan tekstur daging lebih empuk. Jika daging sudah dipotong lebih dulu, daging malah akan menjadi terlalu lembek nantinya.
“Tapi jangan terlalu lama juga membungkus dengan daun pepayanya, nanti daging bisa ikut menjadi pahit,” kata Agus mengingatkan. Mengapa tidak boleh terkena air? Agus menjawab, daging akan menjadi berbau prengus. Sebaiknya, Agus menyarankan, untuk menggunakan daging yang masih segar. Apabila sudah disimpan dalam freezer, darah di daging akan berkurang, seratnya menjadi menciut dan tidak lagi juicy.
Alhasil, daging tidak maksimal menyerap bumbu. Agus mengatakan, daging kambing yang digunakan untuk pembuatan tongseng tersebut masih segar. Ia mendapatkan daging yang baru dipotong pada pagi hari dari pihak supplier. Karena daging sudah dibungkus dengan daun pepaya, maka tidak perlu waktu lama untuk memasak.
Adapun untuk pembuatan tongseng ini, Anda bisa memilih menggunakan santan instan yang banyak di pasaran. Dibandingkan menggunakan kelapa utuh yang harus diperas lagi, santan instan tentu lebih praktis dan terjaga higienitasnya. Agus lebih suka menggunakan santan instan, di samping mudah menggunakannya, pengguna juga bisa mengatur kekentalan yang diinginkan. Apakah mau kental atau encer ataupun sedang. Kekentalan sedang yang digunakan untuk membuat tongseng ini.
Kenyang menyantap masakan berat, giliran memanjakan perut dengan hidangan penutup. Anda bisa memesan gulali Melawai atau kue bolu berwarna kuning dan merah muda. Di atas kue ini disiram saus cokelat. Dan, di setiap lapisannya diselipkan buah yang diiris tipis seperti pepaya dan nangka. Untuk minumnya, Anda harus mencoba coffee bleshake, minuman ini terdiri atas susu, simple syrup, yang dicampur kopi kental.
Segarnya minuman ini karena menggunakan es batu yang sudah diblender. Bleshake sendiri merupakan singkatan dari blend dan shake, di atas kopi diberi kopi bubuk sebagai garnish. Tidak suka kopi? Bisa meminta teh bleshake. Tertarik mencoba?
(SINDO//tty)
Hari Gini Belum Dapat Penghasilan dari Internet ??? Apa Kata DUNIA !!