Tongseng (Foto: Google)
INGIN merasakan kekhasan kuliner Nusantara dari daerah Jawa? Tidak salah jika Anda bertandang ke Hotel Melawai. Selama bulan November ini, hotel yang sudah berusia lebih dari 30 tahun tersebut menyajikan promosi sejumlah hidangan Nusantara.
Hidangan yang diangkat pada bulan ini, di antaranya empul gepuk dan nasi tongseng. Executive Chef Hotel Melawai Agus Sjarief mengatakan, setiap bulan hotel tersebut menyajikan promosi hidangan makanan dari penjuru Nusantara. Bulan kemarin nasi bebek merupakan menu yang diangkat beserta ayam taliwang yang merupakan masakan dari Sumbawa.
Nah, pada bulan ini, Agus ingin menampilkan sajian berupa daging, tetapi bukan berupa steak. Hal itu mempertimbangkan karena tamu hotel kebanyakan orang lokal. Jadi, sajian steak yang digemari lebih bernuansa keindonesiaan, seperti bistik Parahyangan yang dibuat oleh Agus. Tidak jauh berbeda dengan bistik Jawa, namun dengan gaya Sunda. Rasanya lebih gurih, pedas bukannya manis seperti bistik Jawa.
Agus lalu muncul dengan ide menghadirkan empal gepuk lengkap dengan nasi dan lauknya. Empal gepuk ini disajikan dalam sebuah piring anyaman dengan nasi, tahu, tempe goreng, jambal goreng, lalapan, dan sambal terasi. Daging empalnya empuk dan kaya bumbu, apalagi ditambah dengan serundeng di atasnya yang menjadikannya lebih gurih.
Ada lagi nasi tongseng. Tongseng disajikan di mangkuk besi dengan penghangat di bawahnya. Jadi, dijamin tongseng yang Anda makan tetap terjaga kehangatannya. Beda dengan tongseng yang biasa kita makan.
Tongseng ini tidak menggunakan kecap saat dimasak. Kuahnya berwarna kuning. “Kecapnya dipisah, tapi kami tetap menyediakan tongseng ini dengan kecap. Sebab, selera tamu kan berbeda,” kata Agus.
Sambil makan tongseng, ada kerupuk yang menemani. Kalau ingin menambah rasa, disediakan sambal, jeruk limau, dan bawang goreng, di samping kecap tentunya. Lengkap sudah sajian tongseng ini. Potongan daging kambing pun disajikan cukup banyak, tetapi hati-hati tergigit cabai rawit merah yang juga cukup banyak berada dalam kuah tongseng.
Agus mengatakan, mengolah daging kambing tidak bisa sembarangan. Ada trik khusus sehingga daging tidak berbau ketika sudah dimasak dan lebih empuk. Daging kambing tidak boleh sedikit pun terkena air.
Jadi, tidak perlu dicuci, melainkan cukup dibalut dengan daun pepaya selama 15-30 menit, tanpa dipotong terlebih dahulu. Daun pepaya inilah yang akan menghilangkan bau sekaligus menjadikan tekstur daging lebih empuk. Jika daging sudah dipotong lebih dulu, daging malah akan menjadi terlalu lembek nantinya.
“Tapi jangan terlalu lama juga membungkus dengan daun pepayanya, nanti daging bisa ikut menjadi pahit,” kata Agus mengingatkan. Mengapa tidak boleh terkena air? Agus menjawab, daging akan menjadi berbau prengus. Sebaiknya, Agus menyarankan, untuk menggunakan daging yang masih segar. Apabila sudah disimpan dalam freezer, darah di daging akan berkurang, seratnya menjadi menciut dan tidak lagi juicy.
Alhasil, daging tidak maksimal menyerap bumbu. Agus mengatakan, daging kambing yang digunakan untuk pembuatan tongseng tersebut masih segar. Ia mendapatkan daging yang baru dipotong pada pagi hari dari pihak supplier. Karena daging sudah dibungkus dengan daun pepaya, maka tidak perlu waktu lama untuk memasak.
Adapun untuk pembuatan tongseng ini, Anda bisa memilih menggunakan santan instan yang banyak di pasaran. Dibandingkan menggunakan kelapa utuh yang harus diperas lagi, santan instan tentu lebih praktis dan terjaga higienitasnya. Agus lebih suka menggunakan santan instan, di samping mudah menggunakannya, pengguna juga bisa mengatur kekentalan yang diinginkan. Apakah mau kental atau encer ataupun sedang. Kekentalan sedang yang digunakan untuk membuat tongseng ini.
Kenyang menyantap masakan berat, giliran memanjakan perut dengan hidangan penutup. Anda bisa memesan gulali Melawai atau kue bolu berwarna kuning dan merah muda. Di atas kue ini disiram saus cokelat. Dan, di setiap lapisannya diselipkan buah yang diiris tipis seperti pepaya dan nangka. Untuk minumnya, Anda harus mencoba coffee bleshake, minuman ini terdiri atas susu, simple syrup, yang dicampur kopi kental.
Segarnya minuman ini karena menggunakan es batu yang sudah diblender. Bleshake sendiri merupakan singkatan dari blend dan shake, di atas kopi diberi kopi bubuk sebagai garnish. Tidak suka kopi? Bisa meminta teh bleshake. Tertarik mencoba?
(SINDO//tty)
Hari Gini Belum Dapat Penghasilan dari Internet ??? Apa Kata DUNIA !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar