Vanili
21.54
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Januari 2011
Selasa, 16 November 2010
Unggulkan
09.23
Beras Indonesian Food Unggulkan Makanan Nusantara
Beras Indonesian Food (Foto: Pasha)
INDONESIA memang terkenal memiliki khazanah budaya yang beragam, mulai dari rumah adat, tarian, budaya, dan yang tak ketinggalan adalah makanannya. Untuk itu, restoran Beras Indonesian Food menyajikan semua masakan yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara.
Pemilik restoran Beras Indonesian Food, Nang Hujanto (38) mengatakan, restoran ini mengusung tema beras, karena beras merupakan makanan pokok orang Indonesia. Sehingga orang gampang mengingat nama tersebut.
“Untuk menambah kekhasan nama tersebut, kami menambahkan Indonesian food, maka nama restoran ini Beras Indonesian Food,” tambahnya.
Beraneka ragam masakan Indonesia tersaji di sini. Mulai dari sop buntut, ayam bakar, ayam goreng, sayur asem, gurame goreng, gurame bakar, dan masih banyak yang lain. Harga yang ditawarkan Beras Indonesian Food sangat beragam, mulai dari Rp25.000 sampai Rp2.000.
“Menu unggulan yang sering dipesan para konsumen adalah sop buntut dan sayur asem. Untuk bahan baku ayam goreng diperlukan selama 3 hari sekira 150-200 potong ayam kampung, sedangkan untuk buntut selama 3 hari memerlukan 10 kg,” jelasnya.
Selain makanan, minuman yang istimewa di sini adalah es jeruk kelapa. Campuran jeruk segar yang diperas dan kelapa muda. Untuk dapat menikmatinya Anda tinggal merogoh kocek seharga Rp25.000. Untuk minuman, ada lagi yang istimewa, seperti juice aplukat, juice tomat, lemon tea, dan soft drink.
“Desember nanti kami akan mengeluarkan menu baru,” ungkapnya.
Jika tertarik, Anda langsung datang ke Jalan Dewi Sartika No. 44 Jakarta Timur. Restoran ini buka setiap Senin-Jumat pada pukul 10.00-22.00 WIB, sementara Sabtu dan Minggu pada pukul 10.00-22.30 WIB.
(Pasha Ernowo//tty
Label:
Beras,
Indonesian,
Makanan,
Nusantara,
Unggulkan
ShangriLa
05.13
Shangri-La Hotel Sajikan Makanan Khas Harbin
Harbin cuisine (Foto: dok. Shang Palace)
SHANG Palace, restoran China di Shangri-La Hotel, Jakarta, menawarkan hidangan Ningbo mulai 8 hingga 28 November 2010. Selama promosi, Chef Wang Hong Liang menjadi chef tamu yang secara khusus didatangkan dari Shangri-La Hotel, Harbin.
Harbin sendiri adalah sebuah ibu kota sub-provinsi yang sekaligus merupakan ibu kota provinsi Heilongjiang yang terletak di bagian timur laut China. Sebagai sebuah kota industri yang makmur dan merupakan salah satu kota utama di China dan Asia Timur Laut, Harbin memiliki banyak nama julukan. Sebagai sebuah ibu kota, Harbin dijuluki ‘Mutiara di Leher Angsa’ karena bentuk Heilongjiang yang menyerupai seekor angsa. Harbin juga dikenal sebagai ‘Kota Es’ dari musim dinginnya yang panjang dan sangat dingin karena mendapat pengaruh iklim dingin dari Serbia.
Konon, masakan-masakan Harbin mendapat pengaruh dari beberapa daerah lain seperti dari Rusia, Korea, dan Mongolia dengan metode memasak yang umum digunakan, seperti stir frying, stewing, dan braising. Chef Wang, akan bekerja bersama dengan tim juru masak Shang Palace untuk memastikan para tamu menikmati rasa otentik dari hidangan Harbin.
Chef Wang secara khusus didatangkan dari Shangri-La Hotel, Harbin, membawa lebih dari 16 tahun pengalaman sebagai seorang Chinese chef, untuk mempersembahkan masakan-masakan khas daerah kampung halamannya bagi para pengunjung Shang Palace restaurant.
Chef Wang Hong Liang sendiri memulai karier kulinernya pada usia 21 tahun. Tidak kurang dari 20 jenis menu tersaji dari tangan kreatif Chef Wang untuk dinikmati warga Jakarta di Shang Palace, mulai dari pilihan hidangan pembuka, sup, hidangan utama, dan hidangan penutup, di antaranya tossed dishes.
Tossed dishes merupakan salah satu hidangan yang sangat umum dan populer di Harbin, bentuknya seperti salad. Tossed Clear Rice Noodles with Mixed Vegetables and Shredded Pork in Sesame Sauce tersaji sebagai salah satu hidangan pembuka. Masakan Harbin juga dikenal menggunakan banyak sayur-sayuran, seperti dalam pilihan sajian Mixed Shreded Vegetable with Soybean Sauce.
Sementara pilihan hidangan pembuka Combination of Harbin Dried Sausage and Red Sausage adalah salah satu contoh hidangan yang membawa pengaruh kuliner Rusia mengingat sejarah kota Harbin juga banyak disambangi oleh kaum imigran dari Rusia.
Untuk hidangan utama, Chef Wang menghadirkan sajian tradisional yang sangat populer, Stewed Chicken with Wild Mushroom in Soy Sauce. Hampir seluruh restoran di Harbin menyajikan hidangan ini, terutama pada saat musim dingin hingga sangat digemari. Daging ayam dan jamur yang lembut dengan kuah yang gurih, menimbulkan aroma harum menggugah selera. Sangat cocok dikonsumsi dalam keadaan panas untuk menghangatkan tubuh di musim dingin.
Salah satu hidangan yang sangat populer lainnya dalam kategori hidangan utama adalah Braised Eggplant, Potato and Green Chilli in North-eastern Style. Bahan utama dalam masakan ini adalah terung, kentang, dan paprika hijau dengan cita rasa gurih dari saus kecap asin dan garam. Masakan ini sangat digemari oleh warga Harbin dan sekitarnya dan mendapat julukan Three Delicacies on Earth atau tiga kenikmatan dunia.
Pilihan hidangan utama yang lain juga tersedia mulai dari Stir Fried Salmon with Leek and Yellow Rice Wine, Stir Fried Lamb with Cumin and Chilli, Sautéed Black Fungus with Leek, Steamed Yum, Potato and Pumpkin with Soybean Dip, Braised Wild Mushroom in Superior Chicken Gravy sampai Sautéed Corn and Ham with Pine Nut. Dalam beberapa hidangannya, masakan Harbin juga memasukkan acar kol (pickled Chinese cabbage) yang umum ditemui di musim dingin.
Sebagai hidangan penutup, Chef Wang menyajikan dua sajian istimewa yaitu Caramelized Sweet Potato with Tosted Sesame dan Slow Stewed Hashima in Papaya with Red Dates.
Ragam sajian Harbin Cuisine yang dipersembahkan oleh Chef tamu, Wang Hong Liang, dapat dinikmati di restoran Shang Palace yang memadukan desain klasik dan kontemporer China dengan kapasitas 327 tempat duduk, enam ruang makan privat serta Lotus Ballroom yang dapat mengakomodasi hingga 200 orang.
Terkenal dengan dekornya yang elegan dan suasana yang tenang, Shang Palace menyajikan masakan China klasik yang dipersembahkan oleh juru masak terampil yang mempersiapkan berbagai pilihan masakan, termasuk dim sum.(ftr
Sabtu, 06 November 2010
Penggemar
22.36
JCF Sapa Penggemar Makanan di Indonesia
JCF sambut penggemar makanan di Indonesia (Foto: Jakartaculinaryfestival.com)
ANDA yang hobi makan atau memasak, pasti akan menyambut hangat event ini. Jakarta Culinary Festival (JCF) kembali menyapa penggemar masakan luar dan dalam negeri di Indonesia.
Tanpa dipungut biaya, Anda dipastikan bisa menikmati ajang pameran dari pemasok-pemasok terbaik dari makanan minuman, kue-kue lezat, makanan penutup, dan bahan-bahan pembuat makanan, peralatan dapur eksklusif, peralatan makan, piring, dan gelas juga produk pendukung lainnya di JCF.
Acara yang diadakan oleh Ismaya Group ini bertujuan memperkenalkan konsep festival kuliner ke masyarakat. Karena itu, akan hadir banyak praktisi dunia kuliner Indonesia, ahli-ahli makan, chef dari dalam dan luar negeri, pihak-pihak restoran di Tanah Air, serta para pencinta makanan dari penjuru Indonesia.
Direktur Ismaya Group Frans Wijaya menambahkan, dengan diadakan Jakarta Culinary Festival ingin membantu industri kuliner di Jakarta dalam membuat tanda di peta kuliner Internasional, tetapi juga merupakan investasi pertumbuhan dalam jangka panjang.
Selain Frans Wijaya, Senior Marketing Communication Manager Teges Prita Soraya, Chief Manager Marketing BCA Mira Wibowo, dan Executive Chef hotel Indonesia Kempinski Jakarta Andre Buser turut hadir dalam acara pembukaan Jakarta Culinary Festival 2010 yang berlangsung di Grand Indonesia West Mall Lantai 5, Jakarta Pusat.
Jangan lewatkan juga atraksi memasak di sebuah panggung khusus yang disediakan untuk menampilkan live cooking demo yang dilakukan master chefs Internasional dan bintang-bintang kuliner Indonesia.
Anda juga punya kesempatan untuk makan malam eksklusif dengan berbagai chef berskala internasional dan bintang-bintang kuliner favorit Indonesia dalam "Pop-Up" Restaurant yang dilangsungkan hanya satu bulan (5-30 November 2010).
Ingin belajar masak? Tunggu apalagi? Anda bisa dapat pelajaran khusus dari para koki master dan bintang-bintang kuliner Indonesia!(Pasha Ernowo//nsa)
Hari Gini Belum Dapat Penghasilan dari Internet ??? Apa Kata DUNIA !!