Breaking

Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

22.53

Menu Sehat dari Papa Ron's Pizza

Menu unggulan Papa Rons Pizza (Foto: Google)
TAKUT gemuk karena mengonsumsi pizza?  Tepis segera kekhawatiran tersebut dengan mengonsumsi pizza tanpa keju atau vegetable pizza ala Papa Ron’s Pizza.

Ketika tawaran makan jatuh ke menu pizza,  banyak orang khususnya wanita menolak ajakan tersebut. Maklumlah, menu pizza yang termasuk makanan siap saji ini memunculkan ketakutan bagi mereka. Salah satu kekhawatiran terbesar dan menjadi gejala umum adalah ancaman kegemukan. Banyak orang memercayai kalau mengonsumsi pizza memicu kegemukan karena kandungan di dalamnya yang terlalu padat, semisal keju, minyak, tepung, daging dan sebagainya.

Jika biasanya menu asal Italia ini memang penuh dengan konsumsi yang menakutkan banyak orang tersebut, Papa Ron’s sebagai salah satu penjaja pizza memberikan varian menarik bagi mereka yang menginginkan makan pizza namun tetap mengedepankan unsur kesehatan.

Noragraito selaku General Manager Papa Ron’s Pizza mengatakan, gerai kami memiliki 22 jenis rasa pizza mulai dari Papa’s  Pizza sampai dengan Loaded to the Max dengan delapan pilihan rasa yang disajikan dengan Sesame Seed Crust, sehingga para pecinta pizza akan merasakan kepuasan tersendiri dalam menikmati sajian “Top of the Line Pizzas”.

Anda penyuka sayuran dan vegetarian, Papa Ron’s menyediakan menu khusus untuk mereka.

“Kami juga memiliki Salad dan Pizza khusus vegetarian yang topping-nya berisi sayuran segar. Ada juga ‘Hot Italian sandwich’ yang disebut dengan Calzone. Calzon vegetarian ini tersedia dengan kandungan beragam sayuran yang sehat di dalamnya seperti brokoli, bawang putih, serta paprika merah, dan hijau,” katanya saat pembukaan gerai terbarunya di Jalan Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara Kamis (17/2/2011).

Jika ingin mencoba sensasi lain, Papa Ron’s juga menyediakan healthy pizza dan spinach pizza. Selain mengandung sayuran di dalamnya, healthy pizza bisa dipesan tanpa  menempatkan keju di dalamnya. Kalau Anda masih kurang puas dengan pilihan di atas, silahkan saja memanfaatkan menu Create Your Own Pizza yang tersedia di Papa Ron’s. Di sini, Anda dapat bebas menentukan toping sesuai selera.

Ya, guna memenuhi kebutuhan kesehatan para pelanggannya, Papa Ron’s tak hanya memenuhi selera pelanggannya dengan berbagai varian menu menggugah tapi juga fokus dengan kesehatan bahan baku pizza.

“Semua bahan baku kami selalu fresh from the oven. Untuk rotinya, kalau sudah lebih dari 4 jam di oven, kami akan mengganti dengan roti baru. Ini untuk menjaga cita rasa pizza kami,” tambah Noragraito.

Nah, tak khawatir lagi kan mencicipi pizza sebagai menu harian? Anda bisa menikmati seluruh varian tersebut di gerai Papa Ron’s yang buka dari pukul 10.00–22.00 WIB.(tty

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Rabu, 09 Februari 2011

06.25

Icip-Icip Soba Sehat di Koiki Japanese Restaurant

Soba (Foto: find.myrecipes)
GAYA hidup kaum urban yang penuh dengan aroma instan kerap melahirkan berbagai penyakit. Maklumlah belitan rutinitas yang menghadang setiap waktu tak memungkinkan para kosmopolit mengkonsumsi asupan bergizi dan kaya serat sehingga gangguan kesehatan kerap tak terhindarkan.

Menyadari hal tersebut, Koiki Japanese Restaurant yang berada di tengah ibukota menjawab kegelisahan kaum urban dalam memenuhi standar hidup sehat dengan menyajikan makanan sehat yang layak dikonsumsi sehari-hari. Di antara berbagai menu, salah satu yang menjadi andalan restaurant casual dining ini adalah mi tradisional khas Jepang yaitu soba.

"Sebagai restoran makanan Jepang, Koiki ingin lebih memperkenalkan mi khas Jepang sebagai pilihan makanan sehat warga Jakarta," ujar Deva Rachman, pemilik Koiki Japanese Restaurant saat ditemui okezone di Lower Basement Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Meski menu andalan Koiki tersebut masuk kategori mi, Anda tak perlu khawatir dengan kandungan yang di dalamnya. Pasalnya, soba yang ditawarkan Koiki berbeda dengan soba lainnya. Bukan soal soba yang  teksturnya lebih kenyal, tapi juga alasan kesehatan. Koiki Japanese Restaurant mengganti rasa gurih dengan penggunaan katsuobushi (serpihan ikan cakalang yang dikeringkan) sebagai pengganti MSG.

“Kami memang meramu dan meracik sendiri soba yang digunakan. Jadi, dijamin aman dan bebas dari pengawet. Mungkin ini satu-satunya restoran Jepang yang pertama kali memproduksi soba sendiri,” kata Deva berpromosi.

Selain aman dari pengawet, lebih lanjut Deva menerangkan kalau soba yang  digunakan Koiki terbuat dari buckwheat atau sejenis gandum yang hanya tumbuh di empat musim. Alhasil, mi menjadi kaya serat, mengandung protein tinggi, dan kaya vitamin sehingga baik untuk pertumbuhan kulit, rambut, menjaga kadar kolesterol serta tidak menggemukkan. Tak heran kalau menu soba jadi menu andalan sekaligus menu favorit pengunjung Koiki.

Jika Anda penasaran ingin mencoba, Koiki Japanese Restaurant menyediakan beberapa varian soba yang siap menggoyang lidah. Ada tiga jenis Soba yang tersedia, di antaranya kake soba (soba yang disajikan dengan kuah panas),  zaru soba (soba yang disajikan dingin di atas bambu dan dinikmati dengan yakumi atau kecap Jepang/soyu, wasabi, rumput laut kering, serpihan katsuobushi dan irisan daun bawang, serta yaki soba (soba yang dimasak dengan cara digoreng dan disajikan dengan saus bulldog sehingga memiliki citarasa masam).

Kalau Anda bukan penyuka mi, tak perlu khawatir. Koiki Japanese Restaurant juga menyediakan berbagai menu lain yang tak kalah menggugah. Ada sushi roll, buffalo roll, crispy roll, koiki powerlunch bento, kaizer bento, serta dessert menarik seperti warm chcolate melt, banana tsutsumi age dan berbagai menu lain yang tak kalah menarik..

Untuk berbagai makanan dan minuman yang ditawarkan, harga berkisar antara Rp16.000-Rp300.000,. Tertarik? Restoran yang kental dengan nuansa alam dalam interior desainnya ini buka mulai pukul 10.00 WIB-22.00 WIB.(ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Minggu, 21 November 2010

12.40

Home Cook Sehat, Unggulan My Hanoi Villa

(Foto: Pasha Ernowo)
HIDANGAN  Vietnam dikenal sehat. Di samping menggunakan bahan-bahan segar dan alami, kuliner khas Vietnam pun diolah tanpa penyedap rasa. Taste yang dihasilkan pasti berbeda, seperti ditawarkan My Hanoi Villa.

Coba perhatikan keunikan makanan Vietnam, banyak di antaranya menggunakan sayuran hijau, rempah-rempah, seafood, dan tak ketinggalan, aneka saus yang membuat masakan semakin menggoda. Belum lagi tambahan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis yang menjadikan masakan terasa segar sekaligus harum. Adapun sayuran yang biasa digunakan, di antaranya bawang bombai, bawang putih, kemangi, lada segar Thailand, jeruk lemon, jeruk nipis, selada, dan toge.

Masakan Vietnam juga bebas dari penyedap rasa. Sebagai gantinya, digunakanlah kecap ikan. Di samping itu, karena Vietnam terkenal dengan masakan sehatnya, proses memasak tidak melalui pemanasan. Sebaliknya, masakan akan langsung diproses begitu tamu memesan, termasuk di My Hanoi Villa.

”Jadi di sini istilahnya home cook karena makanan langsung dimasak dan tanpa penyedap rasa,” kata Manajer My Hanoi Villa Rigel DY Kasiuhe.

Kota Hanoi memiliki populasi sekira 6,5 juta jiwa yang sekaligus menjadikannya kota terbesar kedua di Vietnam. Tampaknya, kota ini bukan hanya atraktif untuk dikunjungi wisatawan. Lebih dari itu, masakan asal kota tersebut juga menjadi magnet bagi pencinta kuliner. Lihat saja, tidak sedikit restoran Vietnam di Jakarta khususnya, yang dibanjiri pengunjung. Tidak terkecuali My Hanoi Villa yang hadir pertengahan 2008.

Restoran tampak dipenuhi pengunjung, terutama pada jam makan siang dan makan malam. Bahkan pada akhir pekan, restoran dikunjungi lebih banyak tamu.

Bahan baku untuk mengolah masakan, menurut Rigel, banyak yang didatangkan langsung dari Vietnam, misalnya kulit lumpia sebagai bahan pembuat spring roll. Kulit lumpia ini sangat tipis dan berbentuk jala, sehingga dibutuhkan tangan orang yang ahli agar kulit lumpia tidak sobek.

Bahan impor tidak hanya kulit lumpia. Agar minuman kopi memiliki rasa serupa dengan kopi asal negerinya, maka biji kopi diimpor dari Vietnam. Bahan lain seperti soun, aneka saus, dan kecap ikan juga didatangkan dari sana. Adapun daging diimpor dari Selandia Baru. Sebab menurut Rigel, daging lokal terkadang masih keras meski sudah dimasak.

”Kami memang memakai daging impor karena tekstur dagingnya cepat empuk dan lebih juicy,” ujar Rigel.

Menu yang tidak boleh dilewatkan di restoran Vietnam adalah hidangan Pho. Ini adalah mi ala Vietnam yang terbuat dari beras dan lazim disajikan dengan jeruk nipis, toge, serta lada yang bisa ditambahkan sendiri. Pho dihidangkan dengan daging yang telah diiris tipis. Ada pula yang menyajikan menu ini dengan dada ayam ataupun hati ayam.

Di Hanoi, rasa Pho yang ada di tiap daerah tidaklah sama. Bisa saja di suatu daerah pho terasa agak manis, sementara di daerah lain hidangan ini terasa lebih pedas.

Pho bukan satu-satunya hidangan istimewa di My Hanoi Villa. Ada pula pilihan sup yang cukup beragam. Coba saja Sour and Spicy Seafood Soup. Ini merupakan cream soup yang terasa asin dan sedikit pedas. Cocok untuk pembuka selera. Bagi penyuka hidangan laut, khususnya kepiting, jangan lewatkan Fabuilt, capit kepiting digoreng kering, lalu dicampur dengan jamur kuping dan disajikan dengan saus jamur.

Yang tak kalah menarik adalah Tom Bao Mia, daging udang giling yang dililit dengan batang tebu, mirip dengan sate lilit khas Bali. Hidangan udang juga tersedia. Coba saja pesan Grilled Tiger Prawn, udang dibakar dengan bumbu pedas dan disajikan bersama salad.

Sering makan sapi lada hitam? Maka Anda harus mencoba Bo Luc Lac, yakni daging sapi lada hitam dengan bumbu khas Vietnam. Ada pula Grilled Sexy Chicken. Dikatakan seksi karena ayam yang digunakan merupakan ayam tanpa tulang dan telah dibumbui dengan bumbu sereh salah satunya. Setelah dibumbui, ayam dibiarkan selama 3-5 jam. Pantas saja bumbunya meresap sempurna dan menghasilkan rasa yang mantap.

Hidangan ayam yang lain, adalah Ga Nguvi Huong. Ayam goreng yang dimasak menggunakan lima rempah berbeda, seperti sereh, lengkuas, dan kunyit. Porsinya cukup besar karena menggunakan setengah ekor ayam kampung. Jadi, bisa untuk sharing dengan kawan. Penasaran rasanya seperti apa? Coba saja datang ke restoran yang berlokasi di FX Lifestyle X’ntre, Lantai 7, Jalan Jendral Sudirman-Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan ini!(Pasha Ernowo//ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil