Breaking

Minggu, 21 November 2010

Home Cook Sehat, Unggulan My Hanoi Villa

(Foto: Pasha Ernowo)
HIDANGAN  Vietnam dikenal sehat. Di samping menggunakan bahan-bahan segar dan alami, kuliner khas Vietnam pun diolah tanpa penyedap rasa. Taste yang dihasilkan pasti berbeda, seperti ditawarkan My Hanoi Villa.

Coba perhatikan keunikan makanan Vietnam, banyak di antaranya menggunakan sayuran hijau, rempah-rempah, seafood, dan tak ketinggalan, aneka saus yang membuat masakan semakin menggoda. Belum lagi tambahan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis yang menjadikan masakan terasa segar sekaligus harum. Adapun sayuran yang biasa digunakan, di antaranya bawang bombai, bawang putih, kemangi, lada segar Thailand, jeruk lemon, jeruk nipis, selada, dan toge.

Masakan Vietnam juga bebas dari penyedap rasa. Sebagai gantinya, digunakanlah kecap ikan. Di samping itu, karena Vietnam terkenal dengan masakan sehatnya, proses memasak tidak melalui pemanasan. Sebaliknya, masakan akan langsung diproses begitu tamu memesan, termasuk di My Hanoi Villa.

”Jadi di sini istilahnya home cook karena makanan langsung dimasak dan tanpa penyedap rasa,” kata Manajer My Hanoi Villa Rigel DY Kasiuhe.

Kota Hanoi memiliki populasi sekira 6,5 juta jiwa yang sekaligus menjadikannya kota terbesar kedua di Vietnam. Tampaknya, kota ini bukan hanya atraktif untuk dikunjungi wisatawan. Lebih dari itu, masakan asal kota tersebut juga menjadi magnet bagi pencinta kuliner. Lihat saja, tidak sedikit restoran Vietnam di Jakarta khususnya, yang dibanjiri pengunjung. Tidak terkecuali My Hanoi Villa yang hadir pertengahan 2008.

Restoran tampak dipenuhi pengunjung, terutama pada jam makan siang dan makan malam. Bahkan pada akhir pekan, restoran dikunjungi lebih banyak tamu.

Bahan baku untuk mengolah masakan, menurut Rigel, banyak yang didatangkan langsung dari Vietnam, misalnya kulit lumpia sebagai bahan pembuat spring roll. Kulit lumpia ini sangat tipis dan berbentuk jala, sehingga dibutuhkan tangan orang yang ahli agar kulit lumpia tidak sobek.

Bahan impor tidak hanya kulit lumpia. Agar minuman kopi memiliki rasa serupa dengan kopi asal negerinya, maka biji kopi diimpor dari Vietnam. Bahan lain seperti soun, aneka saus, dan kecap ikan juga didatangkan dari sana. Adapun daging diimpor dari Selandia Baru. Sebab menurut Rigel, daging lokal terkadang masih keras meski sudah dimasak.

”Kami memang memakai daging impor karena tekstur dagingnya cepat empuk dan lebih juicy,” ujar Rigel.

Menu yang tidak boleh dilewatkan di restoran Vietnam adalah hidangan Pho. Ini adalah mi ala Vietnam yang terbuat dari beras dan lazim disajikan dengan jeruk nipis, toge, serta lada yang bisa ditambahkan sendiri. Pho dihidangkan dengan daging yang telah diiris tipis. Ada pula yang menyajikan menu ini dengan dada ayam ataupun hati ayam.

Di Hanoi, rasa Pho yang ada di tiap daerah tidaklah sama. Bisa saja di suatu daerah pho terasa agak manis, sementara di daerah lain hidangan ini terasa lebih pedas.

Pho bukan satu-satunya hidangan istimewa di My Hanoi Villa. Ada pula pilihan sup yang cukup beragam. Coba saja Sour and Spicy Seafood Soup. Ini merupakan cream soup yang terasa asin dan sedikit pedas. Cocok untuk pembuka selera. Bagi penyuka hidangan laut, khususnya kepiting, jangan lewatkan Fabuilt, capit kepiting digoreng kering, lalu dicampur dengan jamur kuping dan disajikan dengan saus jamur.

Yang tak kalah menarik adalah Tom Bao Mia, daging udang giling yang dililit dengan batang tebu, mirip dengan sate lilit khas Bali. Hidangan udang juga tersedia. Coba saja pesan Grilled Tiger Prawn, udang dibakar dengan bumbu pedas dan disajikan bersama salad.

Sering makan sapi lada hitam? Maka Anda harus mencoba Bo Luc Lac, yakni daging sapi lada hitam dengan bumbu khas Vietnam. Ada pula Grilled Sexy Chicken. Dikatakan seksi karena ayam yang digunakan merupakan ayam tanpa tulang dan telah dibumbui dengan bumbu sereh salah satunya. Setelah dibumbui, ayam dibiarkan selama 3-5 jam. Pantas saja bumbunya meresap sempurna dan menghasilkan rasa yang mantap.

Hidangan ayam yang lain, adalah Ga Nguvi Huong. Ayam goreng yang dimasak menggunakan lima rempah berbeda, seperti sereh, lengkuas, dan kunyit. Porsinya cukup besar karena menggunakan setengah ekor ayam kampung. Jadi, bisa untuk sharing dengan kawan. Penasaran rasanya seperti apa? Coba saja datang ke restoran yang berlokasi di FX Lifestyle X’ntre, Lantai 7, Jalan Jendral Sudirman-Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan ini!(Pasha Ernowo//ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar