Breaking

Tampilkan postingan dengan label Steak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Steak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

00.19

Cicip Steak Jepang ala Pepper Lunch

Beef steak Pepper Lunch (Foto: Google)
INGIN mencoba steak ala Jepang? Jika Anda penasaran, coba cicipi steak tersebut di Pepper Lunch. Ya, tempat ini memang menyediakan steak ala Jepang, sekaligus mengajak Anda memasak sendiri steak yang dipesan.
 
Jangan terkecoh dengan nama Pepper Lunch. Meski nama itu berkesan Western, sebenarnya restoran ini menawarkan sajian khas asal Negeri Sakura. Menu spesial di sini apalagi kalau bukan steak yang diolah dengan gaya teppanyaki. Nama Pepper Lunch ”dicomot” dari dua kata, yakni pepper yang berarti “lada”. Lada merupakan salah satu bumbu andalan pada steak, lalu lunch yang artinya “makan siang”. Makan siang kerap digambarkan sebagai kegiatan yang dilakukan secara cepat dan agak terburu-buru.
 
Nah, untuk menyesuaikan kondisi tersebut, menu steak dikedepankan karena proses pembuatannya tidak terlalu lama. ”Itu sebabnya, lunch di sini menjadi lambang bahwa makanan di Pepper Lunch, terutama menu steak, dapat cepat disajikan dan segera dimakan tanpa menunggu lama,” kata Assistant Marketing Manager Pepper Lunch Rika Fardani. Pepper Lunch memiliki gaya tersendiri dalam menyuguhkan menu-menunya kepada para tamu.
 
Gaya DIY namanya. Menurut Rika, DIY adalah singkatan dari kalimat ”Do It Yourself”. Di sini para pengunjung bisa memasak makanan mereka sendiri sesuai dengan selera masing-masing. ”Cara penyajian makanannya cukup unik. Di restoran ini, yang kami tawarkan adalah experience-nya atau do it yourself,” imbuh Rika. Salah satu menu unggulan di restoran ini adalah beef steak ala pepper lunch. Menu yang memilih daging striploin sebagai bahan baku utama ini mempunyai menu pelengkap berupa aneka sayuran, seperti taoge, jagung, dan buncis.
 
Daging striploin yang disajikan telah dipotong memanjang, kemudian dimasukkan ke dalam hot plate, bersamaan dengan sayuran untuk dimasak. Masakan yang selalu panas karena disajikan di atas hot plate bundar bersuhu 260 derajat Celsius ini mampu memberi sensasi tersendiri buat pengunjung yang menyantapnya. Jadi, sebelum menu tiba untuk disantap, pengunjung yang sudah memesan menu steak akan dilayani pramusaji restoran yang membawa menu pesanan tersebut dalam kondisi panas dan belum begitu matang.
 
Adapun yang membuat rasa steak di sini berbeda adalah special butter-nya yang diimpor langsung dari Jepang. Butter itu ikut diletakkan di atas daging, kemudian mencair dengan sendirinya. Tidak hanya itu, pengunjung bisa memilih dua macam saus sebagai pelezat menu. Pertama, saus garlic bagi yang suka makanan asin. Kedua, saus honey untuk Anda yang menggemari makanan manis. ”Saus itu pula yang menjadikan restoran kami berbeda,” ujar Rika.
 
Setelah saus dimasukkan, pengunjung boleh terus mengaduk makanan agar tidak terlalu matang, atau dimasak sesuai selera. Aroma daging panggang dan lada hitam yang menyatu di atas hot plate semakin menambah selera makan. Beberapa menu lain yang bisa dipesan di sini ialah beef pepper rice, pepper steak, curry beef pepper, chicken pepper rice, unagi pepper rice, bib rib eye steak, juicy steak, hamburger steak, wagyu yakiniku, double cheese teriyaki hamburger, teriyaki pepper salmon, salmon & chicken, dan juicy cut steak & hamburger.
 
Tidak terbatas pada menu berbahan daging saja, Pepper Lunch juga menghadirkan sajian pelengkap, seperti mashed potato, miso soup, steamed rice, dan shake salad. Shake salad merupakan salah satu menu unik di restoran ini. Pasalnya, semua bahan salad dimasukkan di dalam gelas plastik, dan sesuai dengan namanya, sebelum disantap, salad pun di-shake terlebih dahulu hingga semua bahan menyatu. Keunikan juga terletak pada bahan atau isi salad. Selain aneka sayuran yang umum digunakan untuk salad, shake salad juga mencampurkan udon dan mi ala Jepang ke dalamnya.
Shake salad terdiri atas tiga jenis varian, yaitu seaweed, spicy tuna, dan sesame chicken.

”Rasa dan penyajiannya unik sehingga banyak orang selalu tertarik untuk memesan salad ini,” kata Rika. Pepper Lunch hadir dengan dua konsep, yaitu Pepper Lunch Restaurant yang terdapat di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, Mal Taman Anggrek, Gandaria City, Paris Van Java (Bandung), dan Plaza Tunjungan 3 (Surabaya); serta Pepper Lunch Express (tanpa service area) yang terdapat di Mal Senayan City, Mal Emporium Pluit, Mal Kelapa Gading, Mal Puri Indah, Ciputra Mall, Galaxy Mall (Surabaya), dan yang terakhir dibuka di Pondok Indah Mall 1.
 
”Pondok Indah Mall 1 lantai 1 di area 51 merupakan gerai ke-10 kami yang hadir dengan konsep express. Menu yang ditawarkan memiliki harga lebih terjangkau dan porsinya lebih kecil dari Pepper Lunch Restaurant,” ucap Rika, seraya menyebut kisaran harga menu di Pepper Lunch yakni Rp9.000-Rp104.545.
(SINDO//tty

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Minggu, 30 Januari 2011

07.12

Salmon Steak

Salmon steak (Foto: Ist)
DIET tidak mengharuskan Anda mengurangi makan enak. Dengan pilihan steak daging ikan salmon, Anda tetap dapat menjaga asupan kalori agar tetap sehat.
 
Bahan olesan daging:
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Perasan jeruk lemon secukupnya
Olive oil secukupnya
Rosemary secukupnya
Daun thyme secukupnya
 
Bahan:
200 gr daging ikan salmon
100 gr kentang goreng
100 gr sayuran, seperti wortel, buncis, bawang bombai dan jagung manis.
1 botol saus barbeque
 
Cara membuat:
- Oleskan bahan olesan pada daging ikan salmon dan biarkan agak meresap.
 
- Panaskan pemanggang daging.
 
- Sementara menunggu pemanggang panas, rebus sayuran, sisihkan.
 
- Panggang daging ikan salmon yang telah diberi bumbu, panggang selama 10 menit.
 
- Angkat daging ikan salmon dan letakkan pada pinggan tahan panas, dan sajikan bersama sayuran, dan kentang goreng.
 
- Lumuri dengan saus barbeque.
 
Menu berdasarkan intisari Chef Waluyo, Executive Chef Steak Lovers, Jalan Kemang Selatan No. 31, Jakarta Selatan.
(tty

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Selasa, 25 Januari 2011

03.46

T-Bone Steak

T-bone steak (Foto: Ist)
T-BONE atau daging punggung bagian belakang sapi yang membentuk huruf “T” dan diselimuti daging bervolume luar biasa, mampu menjadi menu paling istimewa untuk Anda dan orang rumah. Ternyata membuatnya tidak begitu sulit. Tertarik mencobanya?
 
Bahan olesan daging:
Garam secukupnya
Merica secukupnya  
Perasan jeruk lemon secukupnya
Olive oil secukupnya
Rosemary secukupnya
Daun thyme secukupnya
 
Bahan:
300 gr Daging T-Bone
100 gr kentang goreng
100 gr sayuran, seperti wortel, buncis, bawang bombai dan jagung manis.
2 buah jamur kancing
1 botol saus barbeque
 
Cara membuat:
- Poles daging dengan bahan olesan dan biarkan mengendap sementara waktu.
- Panaskan pemanggang daging.
- Sementara menunggu pemanggang panas, rebus sayuran dan jamur kancing, sisihkan.
- Panggang daging T-Bone yang telah diberi bumbu, panggang hingga matang sesuai keinginan (welldone, middle atau rare).
- Angkat daging T-Bone dan letakkan pada pinggan tahan panas, dan sajikan bersama sayuran, jamur dan kentang goreng.
- Lumuri dengan saus barbeque.
 
Menu berdasarkan intisari Chef Waluyo, Executive Chef Steak Lovers, Jalan Kemang Selatan No. 31, Jakarta Selatan.
(tty

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Senin, 17 Januari 2011

10.31

Steak Lembut di Batu Panas

(Foto: tripadvisor)
STEAK yang satu ini cukup unik. Daging steak mentah ditempatkan pada sebuah batu panas berbentuk persegi dengan panas 400 derajat Celsius. Sesudah matang, tinggal dicocol dengan sambal.

Cara pengolahan steak seperti ini memang masih belum banyak ditemukan di restoran-restoran steak. Baru beberapa restoran yang mengadopsi cara pengolahan steak yang boleh dibilang cukup unik ini. Salah satunya Batu Panas Steak yang bisa Anda temukan di Jalan Kemang I No 12 C, Jakarta Selatan.

Sang pemilik, Vitri Yofianda Lubis, yang merintis usaha ini bersama sang suami, setidaknya sudah hampir tiga tahun silam mendirikan restoran tersebut. Awalnya mereka membuka sebuah tempat makan kecil tidak jauh dari tempat yang sekarang.

“Karena animo pengunjungnya bagus, maka kami memutuskan pindah tempat ke sini. Tapi yang di sana masih berjalan. Selain steak, kita juga menyediakan aneka nasi goreng,” kata wanita yang disapa Yofi ini.

Dikatakan Yofi, pengolahan steak dengan menggunakan batu panas yang baru booming sejak lima tahun silam ini banyak disukai oleh pengunjung. Pasalnya, selain tingkat kematangan dapat ditentukan sendiri entah ingin rare, medium, atau well done, memasak daging steak menggunakan batu panas terbilang lebih menyehatkan ketimbang memasak daging melalui proses pembakaran. Nutrisi dalam daging tidak hilang. Lebih dari itu, pengunjung tidak perlu khawatir akan bahaya zat karsinogen yang bisa terdapat pada daging steak yang dibakar. Seperti diketahui, zat tersebut dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

“Orang Amerika biasanya yang lebih suka menyantap steak dengan cara ini,” imbuh ibu dari dua anak ini.

Batu panas tersebut merupakan batu volcano yang awalnya berasal dari Jerman. Namun beberapa tahun belakangan ini, batu itu sudah banyak ditemukan di Indonesia. Sebelumnya, ada restoran steak yang menggunakan batu panas ini, namun berbentuk kerikil. Sementara restoran steak milik Yofi ini menggunakan batu panas yang berbentuk persegi.

Mula-mula batu panas dimasukkan dalam oven sekitra 10-15 menit. Setelah panas, batu lalu diangkat. Daging yang masih mentah ditempatkan di bata panas tersebut dan disajikan ke hadapan pengunjung yang memesan. Namun sebelumnya, daging dimarinasi terlebih dahulu dengan garam dan lada hitam selama beberapa menit agar menghasilkan cita rasa yang gurih. Nantinya daging akan matang sendiri karena suhu batu bisa mencapai sampai 400 derajat Celsius.

Nah, batu akan bertahan kepanasannya hingga empat jam. Jangan membiarkan daging terlalu lama di batu atau Anda memakannya secara perlahan. Nantinya daging malah akan menjadi hitam dan keras serta nutrisi dalam daging pun akan semakin berkurang. Bagusnya daging steak disantap selagi masih hangat. Steak disediakan bersama herb butter yang merupakan bumbu kunci Batu Panas Steak hasil racikan Yofi dan sang suami, saus barbeque (BBQ) dan mustard.

Kebanyakan pengunjung lebih suka mencocol daging steak dengan herb butter tanpa saus BBQ. Sebab,di dalam herb butter sendiri sudah kaya akan rasa yang membuat daging menjadi gurih. Daging sapi premium alias wagyu merupakan salah satu menu yang ditawarkan restoran ini dan sekaligus menjadi favorit.

Untuk daging wagyu dengan berat 150–200 gram dihargai sekitar Rp170.000, lebih murah daripada di hotel bukan? Tak heran, peminat daging ini cukup banyak. Terlebih lagi daging impor dari Australia ini memang sudah terkenal akan kelezatannya.

Yofi mengatakan, bukan hanya wagyu yang menggunakan daging impor, seluruh daging di restorannya menggunakan daging impor pula. Menurut dia, daging impor memang sudah terbukti kelembutan teksturnya daripada daging lokal. Inilah yang membuat rasa steak lebih mantap.

Apalagi kabarnya, daging impor berasal dari sapi yang makannya hanya biji-bijian atau sayur-sayuran pilihan dan tubuhnya sering dipijat. Pantas saja ketika dipotong dagingnya gurih dan lembut, bahkan nyaris tidak memerlukan tenaga untuk memotongnya.

“Hanya pakai garpu saja juga bisa (terpotong). Rasanya lebih lembut dan juicy,” tambah Yofi.

Menu pembuka yang favorit di sini adalah escargot, calamari, dan mountain onion rings. Selain steak, ada pula piza dengan topping sosis, daging asap, atau ayam.

Restoran yang ini berkapasitas sekitar 50 kursi ini, terdiri atas dua lantai. Lantai atas bisa dipergunakan sebagai lounge atau tempat penyelenggaraan private party. Di lantai ini pula setiap harinya mulai pukul 22.00 WIB ada aksi DJ yang akan menyemarakkan suasana.

Seru juga makan steak sambil menikmati hentakan musik besutan sang DJ. Pada akhir pekan restoran beroperasi hingga pukul 04.00 WIB. Pengunjung restoran kebanyakan middle age atau 30 tahun ke atas.(Koran SI/Koran SI/ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil