US Geological Survey
JAYAPURA –Tiga warga dari kelompok bertikai yakni Suku Wamena, Papua, masing-masing bernama Serobot Tabuni, Yosep Alua, dan Tete, saat ini mengalami kritis di RSUD Abepura, akibat rusuh yang terjadi di Kampung Yoka, Distrik Waena pagi tadi.
Ketiga warga tersebut, dihajar secara membabi buta oleh warga kampung Yoka, Kota Jayapura, Papua saat aksi penyerangan yang dilakukan massa dari Suku Wamena, Papua, Rabu (17/11/2010) sekira pukul 06.00 WIT.
Akibatnya, tulang bagian kaki para korban mengalami patah dan luka-luka pada bagian kepala serta tangan.
“Kalau Serobot Tabuni, dia ditembak warga Yoka dengan menggunakan senapan angin dari jarak 15 meter dan mengenai bagian dadanya,” ujar Bero Kosay kerabat Serobot, di Jayapura (17/11/2010).
Kosay mengatakan, Serobot pada saat bentrokan terjadi ingin melerai pertengkaran kedua kubu yakni kubu daru Suku Wamena dan Suku Yoka, namun karena warga Yoka sudah terbakar amarah terlebih dulu, akhirnya Serobot yang berasal dari Suku Wamena langsung ditembak warga Yoka, hingga akhirnya dilarikan ke RSUD setempat.
“Sebelumnya ada empat warga Yoka juga dipukul dan dilarikan ke Rumah Sakit pada pukul 06.00 WIT, tapi mereka dipulangkan karena kondisinya sudah membaik,” lanjut dia.
Selain tiga warga, 35 unit rumah warga Kampung Yoka serta puluhan Sepeda motor juga dilaporkan hangus terbakar akibat aksi serangan fajar massa dari Suku Wamena pagi tadi.
Sebelumnya, pagi tadi bentrokan terjadi antara Suku Wamena dan warga kampung Yoka, bentrokan dipicu masalah lirik lagu, yang diciptakan warga Kampung Yoka.
Di mana menurut Suku Wamena dalam lirik lagu berbentuk MP3 itu, ada kata-kata yang secara langsung menyinggung ras suku Wamena.
Hingga saat ini, situasi di TKP (tempat kejadian perkara) masih mencekam, sejumlah aparat keepolisian masih berjaga-jaga guna mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.
(teb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar