Breaking

Tampilkan postingan dengan label Lidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2011

07.17

Gurih Gulai Kacang Ijo Siap Menggoyang Lidah

(Foto: Nurul Arifin/okezone)
UMUMNYA, gulai berbahan daging. Namun, di sudut lain kota Surabaya, gulai berbahan kacang hijau. Cara menyantap gulai kacang ijo tidak dengan nasi melainkan roti maryam dan sate kambing.

Masakan gulai kacang hijau terkenal di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Para peziarah bisa mampir mecicipi gurihya gulai yang juga dikenal dengan sebutan gulai maryam ini. Nikmatnya gulai kacang hijau merupakan gabungan resep dari India dan Madura.

"Gulai kacang hijaunya buatan orang Madura dan roti maryamnya sejenis roti cane dari India," kata Buchori, salah seorang penjual saat ditemui di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Surabaya, belum lama ini.

Gulai kacang ijo merupakan jenis makanan berat di mana gulai kambing dengan kuah yang kental dimasak dengan kacang ijo tanpa daging kambing di dalamnya.

"Daging ada pada sate kambingnya.Satenya tidak dibakar, tapi potongan daging yang sudah ditusuk dengan batang bambu sate, direbus bersama adonan gulainya, jadi merupakan sate rebus," ungkapnya.

Saat menikmati makanan ini, akan lebih nikmat dengan tangan telanjang. Sensasi tangan yang basah saat memegang batang sate yang sudah terlebih dulu terendam gulai, dipadu roti maryam super (ukuran besar), yang cara makannya disobek lalu dicocolkan ke kuah gulai.

Untuk harga sangat pas dengan kantong. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp10 ribu saja, sudah cukup kenyang. Harga tersebut sudah termasuk sepiring gulai kacang hijau dan teh hangat.  Satu piring gulai kacang hijau dihargai Rp3.500, gulai dengan sumsum dan tulang Rp4.500, bila dengan tiga tusuk sate kambing rebus semuanya menjadi Rp7.500.

Selain rasanya yang gurih menggoyang lidah, gulai kacang hijau dipercaya mampu menambah stamina. Rasa gurihnya sangat digemari penduduk Arab di Kawasan makam Sunan Ampel.

Buchori mengaku, sudah bertahun-tahun menggeluti bisnis ini. Ia meneruskan usaha almarhum ibunya, Sawati, yang berasal dari Bangkalan, Madura. Ibunya sendiri merupakan karyawan pemilik usaha ini pada 1963 dari warga keturunan India yang sudah masuk Islam.

Lalu pada 1970-an atau setelah majikannya berhenti usaha, Sawati melanjutkan usaha hingga kini diteruskan ke putranya. Kini, Buchori sudah punya dua warung, sederhana namun telah memiliki tujuh pegawai.

Setiap hari, ia menghabiskan 50 kilogram terigu dan 30 kilogram daging kambing, yang masing-masing diolah menjadi lebih dari 2.000 roti maryam dan 1200 tusuk sate kambing.

Penasaran dengan gulai kacang Ijo dan roti maryam, sempatkan mampir ke warung milik Buchori jika berziarah ke kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, Surabaya. Tentu, sensasi lengket di jari, gurih gulai yang hangat, kacang hijau, sate rebus yang empuk, plus minyak samin, membuat kita merasa menjadi bagian dari kampung Arab kuno-Ampel di tengah hiruk pikuk metropolitan Surabaya.(ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Minggu, 14 November 2010

20.14

Pempek Pak Raden Siap Menggoyang Lidah Anda!

Pempek Pak Raden (Foto: Flickr.com)
PENCINTA masakan Nusantara, terutama yang berasal dari Palembang, pasti tak asing dengan pempek Pak Raden. Menu masakan di rumah makan ini memiliki cita rasa khas Sumatera Selatan yang menggoyang lidah.

Setiap pelosok di negeri ini punya menu istimewa sendiri-sendiri. Salah satunya, pempek. Untuk Anda yang tinggal di sekitaran Depok, tak perlu jauh-jauh datang ke Palembang untuk menikmati masakan lezat berbahan utama ikan ini. Pasalnya, restoran Pak Raden siap mewujudkan selera makan Anda.

Restoran pempek yang berdiri sejak tahun 1980-an ini memang berasal dari Palembang. Kemudian membuka cabangnya di Depok, tepatnya pada tahun 2008. Hingga kini cabang pempek Pak Raden sudah tersedia di seluruh Jakarta.

Pempek adalah makanan yang terbuat dari terigu dengan campuran daging ikan tenggiri segar. Jika tidak segar, biasanya pempek akan berbau tidak sedap (amis) dan menghasilkan rasa yang kurang sedap pula.

"Yang khas dan membedakan pempek Pak Raden dengan lainnya adalah penggunaan ikan tenggiri sebagai bahan baku utama. Ikan tenggiri digunakan agar rasa dan aroma khas pempek tidak berbau amis seperti kebanyakan pempek lainnya," kata pemilik Pempek Pak Raden, Devin saat berbincang dengan okezone.

Rasanya yang gurih, lembut, dengan citarasa ikan makin pas saat ditambah kuah cuka. Selain pempek, juga tersedia makanan khas palembang lainnya, seperti tekwan, otak-otak, nasi khas Palembang, dan lainnya. Sementara itu, untuk pilihan minumannya tersedia menu-menu istimewa seperti es jambu kacang merah, es teh manis, aneka jus, dan soft drink.

Soal harga, tak perlu khawatir. Pasalnya, Pempek Pak Raden mematok harga dari Rp4.000 sampai Rp25.000.

Nah, jika Anda ingin bertandang ke Pempek Pak Raden, Anda bisa mendatangi Jalan Margonda Nomor 301-A Depok, dengan jam buka setiap hari dari pukul 10.00-22.00 WIB.
(Pasha Ernowo//nsa

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Rabu, 10 November 2010

08.30

Pempek Pak Raden Siap Menggoyang Lidah Anda!

Pempek Pak Raden (Foto: Flickr.com)
PENCINTA masakan Nusantara, terutama yang berasal dari Palembang, pasti tak asing dengan pempek Pak Raden. Menu masakan di rumah makan ini memiliki cita rasa khas Sumatera Selatan yang menggoyang lidah.

Setiap pelosok di negeri ini punya menu istimewa sendiri-sendiri. Salah satunya, pempek. Untuk Anda yang tinggal di sekitaran Depok, tak perlu jauh-jauh datang ke Palembang untuk menikmati masakan lezat berbahan utama ikan ini. Pasalnya, restoran Pak Raden siap mewujudkan selera makan Anda.

Restoran pempek yang berdiri sejak tahun 1980-an ini memang berasal dari Palembang. Kemudian membuka cabangnya di Depok, tepatnya pada tahun 2008. Hingga kini cabang pempek Pak Raden sudah tersedia di seluruh Jakarta.

Pempek adalah makanan yang terbuat dari terigu dengan campuran daging ikan tenggiri segar. Jika tidak segar, biasanya pempek akan berbau tidak sedap (amis) dan menghasilkan rasa yang kurang sedap pula.

"Yang khas dan membedakan pempek Pak Raden dengan lainnya adalah penggunaan ikan tenggiri sebagai bahan baku utama. Ikan tenggiri digunakan agar rasa dan aroma khas pempek tidak berbau amis seperti kebanyakan pempek lainnya," kata pemilik Pempek Pak Raden, Devin saat berbincang dengan okezone.

Rasanya yang gurih, lembut, dengan citarasa ikan makin pas saat ditambah kuah cuka. Selain pempek, juga tersedia makanan khas palembang lainnya, seperti tekwan, otak-otak, nasi khas Palembang, dan lainnya. Sementara itu, untuk pilihan minumannya tersedia menu-menu istimewa seperti es jambu kacang merah, es teh manis, aneka jus, dan soft drink.

Soal harga, tak perlu khawatir. Pasalnya, Pempek Pak Raden mematok harga dari Rp4.000 sampai Rp25.000.

Nah, jika Anda ingin bertandang ke Pempek Pak Raden, Anda bisa mendatangi Jalan Margonda Nomor 301-A Depok, dengan jam buka setiap hari dari pukul 10.00-22.00 WIB.
(Pasha Ernowo//nsa)

Hari Gini Belum Dapat Penghasilan dari Internet ??? Apa Kata DUNIA !!