Breaking

Senin, 06 Desember 2010

Resep Turun-temurun di Suguhan Magali

Lasagna gulung (Foto: Ist)
KETIKA mendatangi Restoran Suguhan Magali, Anda pasti akan merasa seperti tengah makan di rumah sendiri. Menu-menu yang ditawarkan tidak asing di lidah karena merupakan resep tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Ini dia salah satu tempat makan dan nongkrong yang kini tengah banyak diperbincangkan di situs jejaring sosial serta kalangan anak muda. Namanya Suguhan Magali. Restoran mungil ini berada di jalur padat Jalan Fatmawati No26 C, Jakarta Selatan. Meski baru terdengar beberapa bulan belakangan, sejatinya rumah makan ini telah berdiri lebih dari dua tahun yang lalu.

Dari depan jalan, restoran berbentuk ruko ini cukup mudah terlihat. Di atasnya terpampang plang nama restoran plus tagline-nya, “Suguhan Magali, Makanan Kita”. Masuk ke dalam, kita bakal disuguhkan suasana ruangan di sebuah rumah, lengkap dengan foto-foto wajah di bingkai yang memenuhi hampir separuh dindingnya.

“Konsep restoran kami memang seperti rumah pada umumnya. Makanya, kami pajang foto-foto wajah keluarga dan mereka yang datang kemari. Jadi, mereka diharapkan betah dan nyaman seperti makan di rumah sendiri,” tutur Andrian, pemilik Suguhan Magali.

Menurut dia, nama Magali berasal dari bahasa Prancis yang berarti mutiara. Andrian bercerita, keluarganya termasuk jago dalam hal meracik masakan. Anda patut ketahui, ayahnya, H Ishak, merupakan pencetus berdirinya rumah makan kambing guling H Ishak yang tersohor di kalangan pencinta makanan di seantero Jakarta.

Bukan hanya orangtua Andrian, saudara dan kerabat yang lain juga memiliki keahlian yang sama. Akhirnya, agar semua orang bisa mencicipi hasil masakan keluarganya, Andrian berinisiatif membuka rumah makan. Maka, dibangunlah Suguhan Magali pada 10 Agustus 2008.

“Seperti halnya mutiara, kalau tidak dikeluarkan dari cangkangnya tentu tidak akan bernilai. Sama juga kalau masakan keluarga kami tidak dijajakan di suatu tempat, tentu siapa yang tahu,” tutur Andrian.

Karena itu, tidak heran, hampir semua menu yang disajikan di sini merupakan resep turun-temurun keluarga Andrian. Dipilihnya lokasi di daerah Fatmawati, menurut Andrian, karena area ini termasuk strategis dan mudah dijangkau dari mana pun. Apalagi di sekitarnya banyak dikelilingi gedung perkantoran, sekolah, dan perumahan sehingga bisa menjadi target market restoran ini.

“Kalau siang kebanyakan yang datang karyawan perkantoran, sedangkan kalau malam anak muda yang nongkrong. Kalau weekend lebih banyak yang datang itu keluarga,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Andrian, banyak para pengunjung yang sebenarnya berdomisili jauh dari lokasi restoran, tapi menyempatkan diri mendatangi Suguhan Magali untuk bersantap siang atau menggelar jamuan makan malam.

“Terutama anak remaja yang sekolah di Blok M, banyak yang nongkrong di sini. Padahal, jaraknya lumayan jauh,” tutur Andrian.

Berbicara menu, Suguhan Magali menyajikan masakan khas Nusantara dalam bentuk paket. Artinya, satu menu lengkap terdiri atas nasi, makanan utama, makanan pendamping, sayur, kerupuk, dan sambal.Nama paketnya pun dibuat unik. Misalkan yang menjadi unggulan, di antaranya suguhan uda amir, yaitu empal gepuk dan teri balado. Ada juga suguhan haji nini yang berisi tongkol bakar manado dan telur dadar. Atau bisa dipilih suguhan neng hela (ayam cabai hijau dan tempe mendoan), suguhan uni hamidah (ayam bakar padang dan kentang kering), serta suguhan kang epin (ayam bakar bumbu rujak dan telur dadar).

“Nama-nama itu ada yang memang orangnya ada, ada juga yang fiktif. Biar unik saja sebenarnya, karena nama paket pakai huruf A, B, atau C itu kan sudah sering,” kata Andrian.

Yang tak boleh ketinggalan dicicipi di sini tentu saja kambing guling H Ishak yang terkenal itu. Ini sebenarnya daging domba bagian kaki yang dibakar dengan arang kecil, lalu dibalur bumbu racikan ketumbar, bawang putih, lada, dan garam. Andrian mengatakan, penggunaan domba karena dagingnya relatif lembut dan empuk, tidak seperti kambing yang agak keras.

“Kami pakai domba muda yang berusia enam sampai delapan bulan yang serat dagingnya masih lembut,” tuturnya.

Memang terbukti, kalau Anda melahapnya, tak perlu susah payah menggigit karena saking empuk, daging akan lepas sendiri dari tulangnya. Baluran bumbu spesial yang meresap ke daging membuat rasanya semakin nikmat. Apalagi dimakan dengan tambahan saus kecap dan nasi, menyantap kambing guling bisa menjadi momen istimewa.

Menu istimewa lain yang tersedia di sini, di antaranya lasagna gulung, pasta kentang, setup kambing spesial, steak kampung, dan sandwich pedas magali. Semua pasti menggugah selera makan Anda. Bagi yang ingin bersantai dan menikmati camilan sedap, Suguhan Magali menyediakan beragam pilihan seperti siomay, sayap ayam, kentang goreng, kentang goreng sosis, dan tahu keju udang. Yang patut dicoba adalah CCS. Bingung? Ya,CCS adalah singkatan dari crispy chicken skin.

“Memang sengaja saya singkat, biar orang pada nanya,” ujar Andrian, tersenyum.

Dari namanya sudah ketahuan bahwa menu ini adalah kulit ayam yang digoreng tepung. Rasanya begitu crunchy dan gurih. Cocok untuk menemani Anda dan sahabat saat berkumpul sambil ngerumpi menjelang sore atau malam hari.

Pada deretan menu minuman, Suguhan Magali menyuguhkan cokelat panas magali yang merupakan campuran cokelat dan susu dengan tambahan marshmallow di atasnya. Diketahui, marshmallow adalah manisan kenyal bertekstur seperti busa yang lembut dalam berbagai bentuk, aroma, dan warna. Saat dimasukkan ke dalam cokelat panas, marshmallow menjadi lumer dan menciptakan sensasi tersendiri saat diminum. Sungguh nikmat.(Koran SI/Koran SI/ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar