Pengungsi Gunung Merapi (Foto: Koran SI)
YOGYAKARTA - Bencana letusan Gunung Merapi yang terjadi sejak 26 Oktober lalu, ternyata tidak menyurutkan niat Agung Setiawan mempersunting Lismawati.
Acara yang sebelumnya sudah dirancang sedemikian rupa di rumah wanita berusia 18 tahun itu di daerah Cangkringan, DIY, harus berubah total akibat wedhus gembel atau awan panas yang menyapu wilayah tersebut.
Ibarat pepatah “tak ada rotan akar pun jadi”, Agung akhirnya tetap melangsung pernikahan, namun acara itu digelar di Stadion Maguwuhardjo yang kini menjadi tempat pengungsian.
Dengan menggunakan jas dan kebaya putih, kedua insan tersebut melangsungkan pernikahan secara sederhana di lantai dua stadion yang menampung sekira 30 ribu penonton tersebut.
Sontak acara tersebut menjadi bahan perhatian warga pengungsi. Pasangan ini pun tak kuasa menahan malu karena ditonton ribuan orang. Mereka pun sesekali tertunduk malu.
“Memang sudah ditentukan hari ini, kita tidak tahu kalau seperti ini. Kami tidak bisa menunda, karena di Jawa sangat percaya dengan tanggal baik,” kata Agung seusai melangsungkan pernikahan, Rabu (18/11/2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar