Breaking

Tampilkan postingan dengan label Menikmati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menikmati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2011

12.06

Menikmati Pisang Epe di Tepi Pantai Losari

Menikmati pisang epe di tepi Pantai Losari. (Foto: Andi Aisyah)
PANTAI Losari memiliki garis tepi laut yang termasyhur di Kota Makassar. Terbujur ruas Jalan Penghibur, yang dipotong Jalan Datu' Musseng.

Di ujung Jalan Datu' Musseng sekira 50 meter dari tepi Pantai Losari, Daeng Bundu' (49) menggelar gerobak dagang, menjual panganan khas lokal Pisang Epe. Seporsi dagangannya terdiri dari tiga potong pisang.

"Saya berjualan mulai buka pukul lima sore, biasanya tutup pukul 21.00 atau 22.00," kata Bundu kepada okezone, Jumat (7/1/2011).

Pisang Epe terbuat dari pisang kepok yang dipanggang. Proses penyajiannya cukup cepat, tak sampai tiga menit.

Awalnya, pisang kepok dikupas kulitnya, lalu dipipihkan memakai kayu, berikutnya dipanggang. Terakhir, disajikan dengan siraman lelehan air gula merah. Ada tiga pilihan variasi pisang epe, yakni ditaburi keju serut, cokelat, dan kelapa parut.

"Sejak 1983, saya berdagang pisang epe. Dulu, sempat jualan di pantai lama," ungkap Bundu'.

Sebelum berjualan di Pantai Losari, Bundu' sudah tiga kali berpindah lokasi. Kawasan pertama tempatnya menjajakan dagangan, yakni Pantai Metro, yang kini telah tergusur.

"Setelah dari Metro, saya sempat pindah ke kawasan Laguna, sebelum pindah lagi ke Pantai Losari ini," papar bapak satu anak yang sejak menikah berprofesi jadi penjual pisang epe.

Sehari-hari, Bundu' menjaring pembeli dari para pejalan kaki dan pengendara bermotor yang mampir saat menikmati keindahan Pantai Losari.

"Sehari-hari bisa habis sepuluh sisir (tandan) pisang kepok yang laku dibeli pelanggan," tandas Bundu'.

Pisang epe begitu enak disantap setelah makan malam sebagai hidangan pencuci mulut. Sensasinya dimulai sejak menyuapkan sesendok irisan pisang yang kenyal lantaran baru habis dipanggang, dibaluri rasa manis dari semacam saus gula merah.

Seporsi pisang epe terasa lezat menemani malam di Makassar. Sambil duduk santai di trotoar, ditemani desir angin kencang berhembus pertanda musim barat yang datang ke hilir pesisir pantai, Anda bisa mencoba melakukannya.(nsa

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Selasa, 04 Januari 2011

08.59

Menikmati Ayam Goreng Basah Plus Cimplung Kenyal

Ayam basah (Foto: Google)
MENU yang satu ini bisa temui di mana saja. Entah itu di warung kaki lima, rumah makan, hingga restoran. Pengolahannya pun sangat beragam. Sajiannya adalah ayam goreng. Tapi jika ingin menikmati olahan yang berbeda, ayam goreng basah ala Rumah Makan Sari Rasa Sambel Hejo di kompleks Setrasari Mall A- 11, Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, bisa menjadi pilihan.

Tampilannya berwarna kuning dengan permukaan kulit ayam yang terlihat berminyak dan basah. Terasa empuk dan lembut saat disantap. Rahasia tersebut tercipta dari proses pengolahan ayam yang masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar.

”Kami meyakini, proses penggodokan secara tradisional akan memengaruhi tekstur daging ayam sehingga terasa empuk dan lembut,” kata pemilik Rumah Makan Sari Rasa Sambel Hejo Dwi Yulianty.

Sementara untuk jenis ayam, Dwi mengatakan, pihaknya menggunakan ayam kampung yang didatangkan langsung dari Purwakarta. Pemilihan ayam jenis ini diyakini karena kualitasnya lebih bagus dan gurih. ”Bumbu seperti gula merah, kuning, kunyit, garam, dan rempah-rempah rahasia lainnya, dipastikan tercampur dengan merata sehingga menambah cita rasa lezat di dalam,” kata Dwi.

Jika Anda menginginkan rasa ayam goreng lebih istimewa, cimplung bisa menjadi teman makan yang luar biasa. Makanan khas Purwakarta yang satu ini mirip seperti perkedel. Bentuknya bulat dengan kulit luar berwarna kecokelatan dan garing. Namun saat dikunyah akan terasa kenyal di lidah. Tekstur kenyal tersebut tersimpan dari tepung kanji yang menyatu dengan kentang.

Kedua sajian tersebut tentunya akan semakin nikmat bila ditemani dengan sambal hejo yang memang berwarna hijau. Berbahan tomat hijau segar yang diracik bersama cabai hijau, bawang merah, garam,dan bumbu-bumbu lainnya, membuat kentalnya rasa pedas, gurih, sekaligus menyegarkan.

”Anda bisa memilih dua jenis sambal hejo yang tidak terlalu pedas dan sangat pedas,” tuturnya.

Meski ayam goreng basah, cemplung, dan sambal hejo banyak dicari, Anda jangan berpikir bahwa warung makan ini hanya menyajikan ketiga menu itu saja. Anda bisa menemukan belasan makanan seperti ikan goreng gepuk, pepes ati, pepes teri, pepes tahu, sayur asem, dan perkedel jagung yang sudah melekat di restoran Sunda. Solihin, 24, setiap seminggu sekali selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Rumah Makan Sari Rasa Sambel Hejo.

Cimplung
adalah salah satu makanan yang wajib dia pesan. Selain itu, sayur asam juga menjadi makanan yang patut dia cicipi jika bertandang ke rumah makan ini. Meski berasal dari Banjarmasin, Solihin mengaku sudah cukup akrab dengan rasa khas masakan Sunda, salah satunya Rumah Makan Sari Rasa Sambel Hejo. ”Sayur asamnya enak, meski terasa manis. Berbeda dengan sayur Banjarmasin yang terkenal dengan cita rasanya yang asin,” ungkap pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.

Mengenai harga, rumah makan yang berpusat di Nagrak, Purwakarta, ini menawarkan rasa nikmat dengan harga murah meriah. Dengan kisaran harga mulai dari Rp3.000–Rp10.000, Anda bisa menikmati nasi dengan sepotong ayam goreng basah lezat, cimplung, sambal hejo, dan lalapan segar.

Dengan daya tarik masakan khas yang enak dan harganya murah, tak urung membuat pembeli kerap kali membeludak di saat makan siang, terlebih bila weekend tiba. Tertarik untuk mencicipi empuknya ayam goreng basah, cimplung dengan ditemani sambal hejo? Anda bisa datang ke Rumah Makan Sari Rasa Sambel Hejo yang buka setiap hari mulai pukul 09.00–21.00 WIB.(SINDO//tty

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil