Breaking

Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2010

10.59

Rasa & Bentuk Unik Mendoan di Festival Mendoan

(Foto: Ist.)
MENDOAN telah dikenal lama sebagai penganan khas Banyumas. Untuk meluaskan pencinta mendoan, pemerintah daerah setempat mengadakan festival mendoan hingga didapatkan rasa dan bentuk mendoan yang unik.

Peserta beradu kebolehan mengolah tempe kedelai menjadi mendoan yang unik. Agar suasana bertambah meriah, festival yang diselenggarakan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jawa Tengah tersebut diiringi musik calung banyumasan dan klotekan lesung.

Kriteria penilaian adalah mendoan harus berbentuk unik dan bercita rasa tinggi namun tidak meninggalkan rasa aslinya. Dengan kemampuannya, beberapa peserta membuat mendoan dalam bentuk geometri, seperti bulat, segitiga dan segiempat, serta bentuk mendoan gulung. Tak ketinggalan, bentuk mendoan bintang dan bentuk hati.

Untuk rasa, tak sedikit peserta membuat mendoan dengan aneka rasa seperti mendoan isi daging, isi sayuran, hingga isi rasa coklat. Bumbu-bumbu olahan disiapkan juga hiasan untuk pemanis tampilan mendoan saat sudah matang.

Salah satu peserta menuturkan, mendoan berbentuk geometri buatannya tak hanya nikmat disantap, tapi juga bisa menjadi alat pendidikan bagi anak-anak untuk mengenal bentuk.

“Bentuk geometri saya buat agar mendoan juga bisa dijadikan ajang belajar anak-anak untuk mengenal bentuk-bentuk geometri sambil makan mendoan,” ujar Edwi Setyaningsih dan Eni Hidayati pada festival mendoan di Taman Pintar Lokawisata Baturaden, Banyumas, belum lama ini.

Festival mendoan sendiri dimaksudkan agar mendoan dapat lestari dengan inovasi bentuk dan rasa. Juga, makin memperkenalkan mendoan sebagai makanan khas Banyumas.

“Maksud dari acara ini adalah untuk mengembangkan pengenalan mendoan dalam inovasi bentuk dan rasa agar mendoan sebagai salah satu makanan khas asli banyumas lebih dikenal lagi,” jelas Sudarsono selaku panitia festival mendoan.

Sederet hadiah dipersiapkan panitia bagi peserta yang berhasil membuat kresai mendoan terunik.(Saladin Ayyubi/Global/ftr

Informasi dan Tip Seputar Usaha Kecil

Senin, 08 November 2010

03.39

Asah Bakat Anak di KidZania Festival


Lifestyle » Family » Asah Bakat Anak di KidZania Festival

Asah Bakat Anak di KidZania Festival


Sabtu, 6 November 2010 - 15:07 wib


Asah bakat anak di KidZania Festival (Foto: Corbis)
DALAM rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-3, KidZania Jakarta mengadakan acara KidZania Festival 2010. Ini merupakan sebuah ajang untuk mengasah bakat dan kemampuan anak.

Dijelaskan oleh Head of Marketing Communication KidZania Jakarta, Ari Kartika bahwa KidZania Festival merupakan salah satu event besar KidZania yang diselenggarakan sebagai wujud terima kasih dan didedikasikan khusus kepada perusahaan-perusahaan yang telah menjadi sponsor dan marketing partner KidZania Jakarta.

Perusahaan-perusahaan sponsor KidZania Jakarta tersebut secara langsung telah memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di tanah air dengan menghadirkan dan mensponsori establishment-establishment yang edukatif.

Kini establishment di KidZania mewakili lebih dari 100 profesi tempat anak-anak dapat memilih profesi dan bermain peran berbagai pekerjaan orang dewasa.

”Hal ini berarti, perusahaan-perusahaan tersebut telah memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk meneropong masa depan mereka. Melalui permainan, mereka bisa merasakan berbagai pekerjaan yang akan mereka jalani kelak di masa depan,” tuturnya.

Dalam rangkaian kegiatan Kid- Zania Festival 2010, KidZania bekerja sama dengan Gilang Ramadhan Studio Drummer (GRSD) menyelenggarakan kompetisi drum, perkusi, dan tari. Acara ini diikuti oleh anak-anak yang berusia 6 sampai 14 tahun, yang mewakili individu maupun kelompok.

Setelah melewati rangkaian seleksi pada Minggu (31/10) final kompetisi drum, perkusi, dan tari yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan KidZania Festival 2010 digelar.

Dari 513 peserta kompetisi drum, 356 peserta kompetisi perkusi, dan 213 peserta yang terdiri dari 26 kelompok ikut kompetisi tari akhirnya terpilih 8 peserta dari kategori drum, 5 kelompok dari kategori perkusi, dan 6 kelompok dari kategori tari. Dalam acara ini semua peserta langsung unjuk kebolehan.

”Program KidZania Festival dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar tampil percaya diri, memberikan wawasan kepada anak-anak untuk melihat berbagai alternatif kegiatan untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat,” ujar Ari.

Gilang Ramadhan yang menjadi salah satu juri dalam kegiatan ini menuturkan, aktivitas menabuh drum dan perkusi membuat anak-anak terlatih dengan ketukan dan irama, yang merupakan dasar pengenalan terhadap musik.

Bagi anak-anak yang menyukai tari, gerakan tari yang gemulai, lentur, dan teratur yang disesuaikan dengan musik pengiring, dapat menjadi alternatif bagi anak-anak melakukan latihan gerak tubuh atau olahraga ringan.

Selain itu, anak-anak memperoleh pembelajaran untuk berkompetisi dengan sehat; siap menang dan kalah, yang artinya siap mental, salah satu aspek penting yang harus dipersiapkan dalam pendidikan anak.(nsa)(SINDO//nov)

Hari Gini Belum Dapat Penghasilan dari Internet ??? Apa Kata DUNIA !!